Rangkuman Ilmu Pengetahuan Sosial – Ndipartidos

Ndipartidos.org adalah Situs Rangkuman Dari Semua Ilmu Pengetahuan Sosial
Budaya di Uruguay

Budaya di Uruguay

Budaya di Uruguay – Uruguay memiliki panggung musik dan tarian yang dinamis dan beragam. Negara ini memiliki sebagian besar penduduk yang tidak beragama.

Keyakinan Sosial Dan Adat

Uruguay adalah negara majemuk yang penuh dengan ragam budaya, makanan, agama, seni, dan olahraga, semuanya bersatu membentuk identitas nasional yang unik. Orang-orang di negara ini dikenal hangat, ramah, dan bersahabat. Namun, kritik terhadap budaya di sini tidak dianggap enteng. Saat berbicara, orang Uruguay cenderung lebih langsung dan terbuka daripada individu dari negara Amerika Selatan lainnya.

Saat menyapa teman dekat dan terkadang kenalan baru, sapaan yang khas melibatkan pelukan dan ciuman di pipi. Ruang pribadi di sini seringkali lebih dekat daripada di AS, misalnya. Individu cenderung menyentuh lengan atau berdiri bahu-membahu saat berbicara atau berdiri bersama sambil mengantre. nahjbayarea

Agama, Festival, dan Hari Libur

Kebebasan untuk mempraktikkan agama apa pun dilindungi oleh Konstitusi Uruguay. Sekitar 60% dari populasi mengidentifikasi sebagai Kristen, dan hampir setengah dari Uruguayans adalah Katolik dan 11% tambahan mengidentifikasi sebagai Protestan. Kehadiran gereja Katolik biasa rendah, sementara Protestan melaporkan lebih aktif di gereja. Lebih dari 40% populasi negara ini mengaku tidak memiliki identitas agama. Persentase ini selanjutnya dibagi menjadi mereka yang percaya pada tuhan tanpa agama tertentu, ateis, dan agnostik.

Salah satu festival terbesar di negeri ini adalah Karnaval Uruguay, yang dirayakan antara pertengahan Januari hingga akhir Februari. Ini adalah karnaval terbesar kedua di dunia setelah yang ada di Brasil. Acara ini melibatkan parade besar penari dan pemain drum dalam balutan gaun warna-warni. Ini sangat besar di kota Montevideo. Presentasi lain selama Karnaval termasuk aksi komedi yang mengolok-olok isu politik dan pendongeng yang membuat parodi dari buku dan film terkenal dan tradisional.

Musik Dan Tari

Musik dan tarian Uruguay sama beragamnya dengan orang-orangnya. Beberapa jenis musik yang populer di sini antara lain: milonga, tango, candombe, dan murga.

Murga adalah musik yang biasanya disediakan untuk festival Karnaval. Ini termasuk paduan suara dan 3 instrumen perkusi: simbal, snare drum, dan drum bombo. Biasanya memparodikan peristiwa dalam politik dan kehidupan Uruguay, dan ditafsirkan sebagai jenis pertunjukan komedi.

Candombe adalah jenis musik Afro-Uruguay dan dimainkan dengan menggunakan beberapa alat musik perkusi secara bersamaan. Musisi sering berkumpul di Montevideo untuk bermain di jalanan pada malam hari.

Tango sering dikaitkan dengan Argentina, meski berakar di Montevideo, Uruguay juga. Musik ini sangat dipengaruhi oleh budaya Afro-Uruguay dan sering dimainkan untuk acara tari pergaulan. Baik tango maupun candombe termasuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Manusia UNESCO.

Milonga sering dianggap sebagai kakek dari musik dan tarian tango karena paling populer di akhir abad ke-19. Ini memiliki ritme cepat dan ceria yang sering diiringi oleh tarian.

Sastra Dan Seni

Pemerintah dan beberapa yayasan swasta memberikan dukungan finansial terbatas untuk kesusastraan dan seni di Uruguay. Namun, sebagian besar, penulis, penyair, seniman, dan artis menyediakan atau mengumpulkan uang secara mandiri.

Budaya sastra di negara ini benar-benar dimulai setelah kedatangan para pemukim Eropa, yang membawa serta tradisi sastra dari berbagai negara. Begitu Uruguay merdeka dan menjadi lebih stabil secara politik selama abad ke-19, sastra mulai berkembang dan mengambil gaya yang lebih nasionalis. Penulis Argentina yang mencari perlindungan di Uruguay juga memengaruhi literatur di sini, memperkenalkan gaya penulisan romantis. Pengaruh terbesar, bagaimanapun, datang dari Generasi ’45. Kelompok penulis ini terutama aktif antara tahun 1945 dan 1950, meskipun mereka tetap menjadi bagian penting dari sejarah sastra negara ini.

Seni lain yang dipraktikkan di Uruguay termasuk teater, lukisan, dan patung. Dari jumlah tersebut, patung adalah salah satu ekspresi seni yang paling umum di negara ini. Beberapa pematung Uruguay yang paling terkenal antara lain: Hugo Nantes, Pablo Atchugarry, Carlos Páez Vilaró, dan Claudio Silveira Silva. Gaya lukisan beragam dan menggabungkan abstrakisme, nativisme, dan realisme.

Masakan

Masakan Uruguay telah dipengaruhi selama bertahun-tahun oleh berbagai imigran yang menetap di negara ini. Sebagian besar makanan bisa direbus, dipanggang, atau digoreng, dan banyak daging dengan sayuran, produk susu dan karbohidrat di sampingnya.

Karena sejarah panjang peternakan dan identifikasi budaya yang kuat dengan gaya hidup Gaucho (koboi), daging sapi memainkan peran utama dalam makanan sehari-hari orang Uruguay. Acara kumpul bersama antara teman dan keluarga biasanya melibatkan memanggang daging sapi. Tentu saja, hidangan nasional, sandwich steak chivito, menggunakan daging sapi (meskipun bisa juga dibuat dengan daging kambing bayi).

Minuman nasionalnya adalah yerba mate, infus mirip teh yang dibuat dari daun tanaman yerba mate. Secara tradisional, minuman ini dikonsumsi dari labu berlubang dengan sedotan logam khusus yang berfungsi sebagai filter, sehingga hanya cairan yang masuk.

Pakaian

Sebagian besar orang Uruguay yang tinggal di daerah perkotaan berpakaian mirip dengan orang Eropa dan Amerika, dengan jeans, celana panjang, rok, gaun, kemeja berkancing, dan kaos oblong. Berpakaian seperti ini sering dikaitkan dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi dan, oleh karena itu, sangat diinginkan. Berbagai gaya pakaian yang bisa ditemukan di pusat perbelanjaan di Amerika Utara dan Eropa juga bisa ditemukan di sini.

Orang yang tinggal di daerah pedesaan atau pemilik peternakan cenderung berpakaian dengan gaya gaucho tradisional. Untuk pria dan terkadang wanita, ini melibatkan kaki celana panjang dan sangat lebar yang sering dimasukkan ke bagian atas sepasang sepatu bot. Atasannya bisa berupa kemeja berkancing sendiri, atau dipasangkan dengan rompi atau jaket. Selain itu, mereka mengenakan syal atau bandana yang diikatkan di leher mereka dan topi bertepi lebar untuk melindungi dari sinar matahari dan hujan.

Olahraga

Olahraga paling populer di Uruguay, dan wilayah Amerika Latin lainnya, adalah sepak bola. Sebelum pembentukan kejuaraan Piala Dunia, negara ini berpartisipasi dalam pertandingan Olimpiade, memenangkan emas untuk sepak bola pada tahun 1924 dan 1928. Untuk menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia FIFA, Uruguay menugaskan pembangunan Estadio Centenario antara tahun 1929 dan 1930. Pertandingan kejuaraan Piala Dunia pertama diadakan di sini dan Uruguay membawa pulang tempat pertama.

Olahraga populer lainnya di Uruguay adalah rugby dan bola basket. Negara ini memiliki tim rugby terbaik kedua di Amerika Selatan, Los Teros. Timnas ini juga menempati urutan ke-20 dunia. Bola basket telah menjadi olahraga populer di sini sejak akhir tahun 1930-an dan terus bertambah populer. Tim nasional memenangkan medali perunggu di Olimpiade Musim Panas 1952 dan 1956, menjadikannya salah satu dari hanya 3 negara di Amerika Selatan yang menempati posisi 3 teratas dalam turnamen bola basket Olimpiade. Tim ini juga memenangkan beberapa pertandingan kejuaraan di Amerika Selatan.

Continue Reading
Budaya Republik Demokratik Kongo

Budaya Republik Demokratik Kongo

Budaya Republik Demokratik Kongo – Secara resmi dikenal sebagai DRC, DR Congo, the Congo, atau Congo-Kinshasa, Republik Demokratik Kongo adalah negara yang terletak di kawasan tengah benua Afrika. Untuk periode antara 1971 dan 1997, negara itu dikenal sebagai Zaire, nama yang masih digunakan sampai saat ini. Selama masa penjajahan Eropa di Afrika, negara itu pertama kali berada di bawah pemerintahan pribadi Raja Leopold II dari Belgia pada tahun 1885, tetapi pelanggaran hak asasi manusia yang mencolok terhadap orang Kongo oleh tentara swasta Raja menimbulkan protes internasional. Parlemen Belgia memilih untuk mencaplok wilayah itu pada tahun 1908, pada dasarnya membelinya dari Raja dan dengan demikian menjadikannya koloni resmi Belgia untuk memadamkan kemarahan pihak luar, tetapi efek yang menghancurkan dari aturan teror Leopold bertahan lama setelah kemerdekaan negara itu. pada tahun 1960. Diperkirakan hingga 80% penduduk hidup dalam kemiskinan ekstrim.

DRC memiliki luas wilayah sekitar 905.567 mil persegi dan jumlah penduduk sekitar 91.035.230 jiwa dengan ragam budaya dan adat istiadat yang beragam. Penduduknya terdiri dari lebih dari 200 kelompok etnis, dengan kebanyakan dari mereka adalah penutur bahasa Bantu.

Agama

 Survei terbaru oleh Survei Demografi dan Kesehatan menunjukkan bahwa Kristen adalah agama dominan di DRC dengan jumlah pengikut sekitar 93,7% dari populasi. Dari angka ini, Katolik adalah denominasi yang paling dominan dengan pengikut sekitar 30%, sedangkan Protestan memiliki pangsa sekitar 27% dari populasi Kristen. Populasi Kristen yang tersisa berafiliasi dengan berbagai cabang agama Kristen lainnya. joker388

Selain Kristen, survei menemukan bahwa agama lokal yang dikenal dengan Kimbanguisme memiliki pangsa 2,8% dari populasi, sedangkan Islam hanya 1,2%. Namun, perkiraan terbaru bervariasi mengenai pangsa agama Kristen meskipun mereka setuju tentang dominasinya. Misalnya, Pew Research Center melaporkan bahwa 95,8% populasi beragama Kristen sementara CIA World Factbook melaporkan bahwa pangsa Kristen mendekati 80%. Agama lainnya adalah Iman Baha’i yang merupakan keyakinan yang masih muda mengingat telah dilarang hingga akhir tahun 1980-an.

Dominasi Gereja Katolik di negara itu hanya disaingi oleh negara. Gereja memiliki pengikut sekitar 35 juta orang dan telah mendidik lebih dari 60% populasi di tingkat dasar dan 40% di tingkat menengah. Selain itu gereja memiliki beberapa institusi seperti rumah sakit, klinik, peternakan, dan lain-lain. Dengan pengikut lebih dari 25 juta orang, Gereja Protestan di negara itu memiliki salah satu pengikut global terbesar di satu negara.

Festival

Negara ini memiliki sejumlah festival termasuk perayaan Hari Buruh, Tahun Baru, dan Natal di seluruh dunia. Namun, tidak seperti negara lain, Natal lebih bersifat religius daripada komersial, yang berarti bahwa hadiah tidak umum pada hari itu. Festival khusus negara lainnya termasuk Hari Marty pada 4 Januari setiap tahun. Hari ini mengenang orang-orang yang mati demi keadilan serta orang-orang yang meninggal karena pelanggaran hak asasi manusia seperti sebanyak 10 juta orang Kongo yang terbunuh di bawah pemerintahan Raja Leopold II. Di bulan yang sama, 17 Januari, negara memperingati Hari Pahlawan Nasional untuk mengenang pahlawan nasional seperti Patrice Lumumba, perdana menteri pertama yang terpilih secara demokratis di negara itu. Hari Kemerdekaan jatuh pada 30 Juni. Festival lainnya termasuk Hari Pembebasan Nasional (17 Mei), Hari Orang Tua (1 Agustus), Hari Tentara (17 November), dan Hari Pemuda (14 Oktober).

Masakan

Beragam masakan negara ini mencakup makanan asli dan makanan eksotis. Salah satu makanan pokoknya adalah singkong yang biasanya disajikan bersama makanan lain seperti semur. Selain ubi kayu, sedikit lahan yang tersedia untuk pertanian digunakan untuk bercocok tanam tanaman pangan seperti jagung, ubi jalar, padi, beberapa varietas kacang-kacangan dan kacang polong, serta tanaman lainnya. Sebagian besar makanan tersebut merupakan masakan nasional meski beberapa daerah memiliki makanan khas. Untuk ekspor, komoditas utamanya adalah kelapa sawit dan kopi. Selain bercocok tanam, orang-orang bertani beternak meskipun perang saudara di wilayah tersebut telah tidak baik bagi para petani ini.

Selain bercocok tanam, merupakan hal yang umum bagi orang untuk berburu daging liar serta mengumpulkan makanan dari alam. Makanan liar termasuk hal-hal seperti ikan, daging hewan liar, madu, jamur, buah-buahan liar, dan hal-hal lain. Makanan Kongo lainnya termasuk ugali, moambe, fufu, loso na madesu, ndakala, mbembe, tuak, dan banyak lagi. Hidangan nasionalnya adalah nasi dan ayam moambe.

Musik Dan Tari

Musik populer di negara ini termasuk genre dan gaya etnis seperti merengue dan rumba, yang bersatu dan membentuk gaya soukous yang terkenal. Gaya soukous telah diadopsi secara luas oleh negara-negara lain di Afrika yang mengarah ke produksi musik Afrika yang terkenal. Beberapa seniman yang menggunakan gaya ini bernyanyi menggunakan bahasa Lingala, yang merupakan salah satu bahasa nasional negara itu.

Salah satu musisi paling populer dari DRC adalah Papa Wemba yang juga dikenal sebagai “le Sapeur.” Seniman seperti Papa Wemba telah mengatur nada untuk musisi yang akan datang dari negara yang sekarang mengikuti gaya tariannya serta pilihan busananya. Salah satu gaya tari populer yang dominan adalah gaya “ndombolo”, yang diwakili oleh tokoh-tokoh hebat Afrika seperti Fally Ipupa dan Koffi Olomide. Generasi baru artis yang akan datang termasuk orang-orang seperti Mike Kalambay dan Audit Kabangu.

Literatur

Kebanyakan penulis Kongo menggunakan bahasa nasional negara tersebut, yang meliputi Prancis, Lingala, dan lainnya. Secara umum, fokus utama penulis adalah pada masalah identitas negara, dari zaman penjajahan hingga saat ini. Topik lainnya adalah persamaan dan perbedaan antar kelompok etnis serta konflik yang diakibatkan oleh benturan cara hidup modern dan tradisional. Beberapa penulis yang lebih populer (termasuk penyair, novelis, dan penulis naskah populer) termasuk Paul Lomami-Tshibamba, Mwilambwe Kibawa, Elebe ma Ekonzo, dan lain-lain. Salah satu penulis paling awal adalah Stefano Kaoze yang menulis esai Prancis berjudul “La Psychologie des Bantu” (The Psychology of the Bantu). Esai ini ditulis pada tahun 1910 meskipun literatur diterima di DRC setelah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945.

Keyakinan dan Etika Sosial

Keyakinan Kongo sebagian besar bersifat tradisional meskipun secara bertahap berubah. Misalnya, sistem tradisional di mana jumlah penghormatan yang diterima seseorang bergantung pada kualitas pakaiannya masih berlaku di negara di mana materialisme diperkenalkan melalui penjajahan. Karenanya, sebagian besar warga Kongo mengenakan pakaian yang bersih, berwarna-warni, dan tajam. Secara historis, wanita Kongo lebih menyukai rok yang lebih panjang dan celana yang dihindari, tetapi belakangan ini lebih banyak wanita yang mengenakan celana.

Anak-anak diharapkan menunjukkan rasa hormat kepada orang dewasa mereka, dan anak perempuan khususnya diajari sejak usia muda bagaimana merawat adik mereka dan membantu orang tua mereka. Penatua dan pemimpin lebih dihormati. Selain itu, berapa pun usianya, salam adalah bagian penting dan menanyakan tentang kesehatan satu sama lain sebelum beralih ke topik lain itu penting.

Status perempuan di Republik Demokratik Kongo bergantung pada latar belakang etnis, kekayaan, dan situasi kehidupan mereka. Wanita yang tinggal sendirian di kota umumnya dikritik karena pilihan mereka, jadi daerah pedesaan terkadang lebih disukai daripada wanita lajang. Umumnya, pria memegang mayoritas posisi kekuasaan di negara tersebut.

Continue Reading
Trinidad dan Tobago: Keyakinan Budaya dan Sosial

Trinidad dan Tobago: Keyakinan Budaya dan Sosial

Trinidad dan Tobago: Keyakinan Budaya dan Sosial – Sejumlah besar budaya telah mempengaruhi evolusi budaya Trinidad dan Tobago. Budaya berbeda yang memiliki pengaruh besar pada budaya Trinidad dan Tobago adalah India, Afrika, Portugis, Amerindian, Spanyol, Cina, dan lain-lain. Hubungan negara dengan Inggris telah meninggalkan dampak besar pada budayanya, dan bahasa Inggris digunakan secara luas di seluruh negara. Ada juga perbedaan nyata antara sejarah dan budaya Trinidad dan Tobago dan perbedaan regional di negara itu juga. Di sini ada beberapa aspek dasar yang terkait dengan budaya Trinidad dan Tobago dan kepercayaan sosial di negara tersebut.

Agama Di Trinidad dan Tobago

Katolik Roma, Hindu, dan Islam adalah agama utama di Trinidad dan Tobago. Anglikan, Sikh, Yahudi, Budha, Presbiterian, Metodis, Agama Tradisional Afrika, Taoisme, dll., Adalah beberapa kelompok agama kecil di negara ini. Kelompok agama yang tumbuh paling cepat di Trinidad dan Tobago adalah Baptis Spiritual, keyakinan Yoruba / Orisha, dan dua agama sinkretis Afro-Karibia. Gereja-gereja fundamentalis dan evangelis bergaya Amerika juga mendapatkan popularitas di negara ini. daftar joker388

Festival Dirayakan Di Dalam Negeri

Karnaval yang diperkenalkan di Trinidad dan Tobago oleh Prancis adalah salah satu perayaan publik terbesar di negara pulau itu. Awalnya dirayakan oleh kelas elit, praktik tersebut menyebar ke populasi bebas setelah penghapusan perbudakan pada tahun 1838. Natal juga dirayakan di negara ketika parang, sebuah gaya musik tradisional dimainkan, dan pastel, kue buah, kue hitam, manis roti dimakan. Festival Hindu Diwali, Phagwah / Holi, dan Shivratri juga dirayakan di negara ini dengan kemegahan dan kemuliaan yang luar biasa. Muslim mengamati Hosay yang merupakan bentuk lokal dari Peringatan Muslim Syiah Muharram.

Masakan Trinidad dan Tobago

Ada keragaman kuliner yang kaya di Trinidad dan Tobago, dan masakannya seringkali merupakan campuran dari pengaruh India, Afrika, Arab, Eropa, Kreol, Cajun, Spanyol, Cina, dan lainnya. Misalnya kari ayam, channa (kacang polong), aloo choka (olahan kentang), roti (roti pipih India), dan nasi putih adalah contoh hidangan khas India yang dikonsumsi di sini. Ayam rebus, kacang merah, bir jahe buatan sendiri, pisang raja goreng adalah bagian dari masakan Creole. Chowmein adalah hidangan Cina yang populer di negara ini. Pangsit dan kepiting juga merupakan bagian dari makanan Tobago. Orang-orang di negara tersebut dikenal sangat dermawan dengan makanan pada festival dan acara keagamaan dan sosial.

Musik Trinidad dan Tobago

Calypso, bagian integral dari budaya Trinidad dan Tobago, adalah gaya musik yang berasal dari negara tersebut. Ini adalah gaya musik Afro-Karibia yang menyebar dari negara tersebut ke bagian lain Karibia dan Venezuela. Asalnya ditelusuri kembali ke kedatangan budak Afrika dengan penanam Prancis di abad ke-18. Gaya musik lain yang berkembang di Trinidad dan Tobago adalah Soca yang merupakan perpaduan antara musik India dan irama dengan kalipso. Chutney dan Chutney Soca juga merupakan gaya musik unik di negara yang dibuat dari perpaduan gaya India dan Soca. Perpaduan Calypso dan Soca di tahun 1970-an yang tumbuh dari keresahan sosial di negara ini adalah Rapso. Perpaduan musik ala Amerika Latin dan Karibia melahirkan Parang di Trinidad dan Tobago. Pichakaree adalah bentuk musik lain yang melibatkan penggunaan kata-kata bahasa Inggris dan Hindi Trinidadian.

Trinidad dan Tobago: Keyakinan Budaya dan Sosial

Teater Dan Sastra

Teater Little Carib adalah grup tari rakyat pertama yang didirikan di Trinidad dan Tobago. Budaya Trinidad dan Tobago juga memasukkan drama India seperti Ram Leela. Peraih Nobel seperti Sir Vidia Naipaul dan penulis terkenal lainnya seperti Michael Anthony dan Earl Lovelace berasal dari negara tersebut. Calypso diperlakukan sebagai literatur lisan di negara itu, dan beberapa kalipson kontemporer adalah Mighty Sparrow, Mighty Chalkdust, Drupatee, Lord Kitchener, dan lainnya. Pelukis Michel Jean Cazabon (1813–1888) adalah salah satu seniman paling terkenal di Trinidad dan Tobago.

Keyakinan Sosial Dalam Negeri

Wanita Afro-Trinidad di Trinidad dan Tobago menikmati otonomi dan dominasi tertentu dalam rumah tangga mereka. Wanita-wanita ini sering menjadi kepala rumah tangga multi-generasi mereka. Wanita juga berprestasi di sektor pendidikan tetapi masih berpenghasilan lebih rendah daripada pria, terutama di industri swasta. Praktik pernikahan sangat bervariasi di Trinidad dan Tobago berdasarkan etnis dan kelas. Orang Afro-Trinidad sering melewati 3 tahap hubungan non-rahasia diikuti oleh pernikahan hukum umum dan akhirnya pernikahan formal. Tren perjodohan dalam komunitas India secara bertahap digantikan oleh meningkatnya kecenderungan kaum muda India untuk memasuki hubungan non-rahasia. Karena adanya stereotip kolonial orang kulit hitam, orang India sering menolak perkawinan antar orang kulit hitam. Sesuai kebiasaan pernikahan India, pengantin wanita akan tinggal dengan keluarga pengantin pria setelah menikah, tetapi skenarionya berubah, dan kediaman neolokal menjadi lebih populer.

Warisan terutama bersifat patrilineal di sebagian besar komunitas kecuali orang Afro-Trinidad di mana sengketa berbasis gender atas warisan tanah adalah hal biasa. Pendidikan sangat disukai di Trinidad dan Tobago dan orang tua sering berkorban untuk memungkinkan anak-anak mereka memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dan pekerjaan kerah putih. Perbedaan etnis dan kelas sering menjadi masalah dalam masyarakat di negara tersebut. Kemasyarakatan dan keakraban didorong tetapi tidak dalam pengaturan bisnis. Ketepatan waktu tidak selalu diharapkan, dan kebiasaan terlambat sering terjadi di negara ini. Menyapa orang yang lewat di distrik pedesaan dianggap sopan santun dan merupakan bagian integral dari budaya Trinidad dan Tobago.

Continue Reading
Sekilas Tentang Stratifikasi Sosial

Sekilas Tentang Stratifikasi Sosial

Sekilas Tentang Stratifikasi Sosial – Stratifikasi sosial sering terlihat jelas di banyak masyarakat suku Afrika di mana jenis kelamin dan usia memainkan peran besar dalam menentukan peran sosial.

  • Stratifikasi sosial adalah ciri umum masyarakat, di luar kasus ketidaksetaraan individu.
  • Stratifikasi sosial bersifat universal, tetapi bervariasi.
  • Stratifikasi sosial berakar pada kepercayaan masyarakat.

Stratifikasi sosial adalah sistem di mana masyarakat mengurutkan anggotanya berdasarkan kelompok ke dalam hierarki, biasanya dalam urutan yang mencerminkan kekayaan, status, dan / atau kekuasaan mereka. Tempat individu dalam hierarki ini akan memengaruhi peluang, sumber daya, dan bahkan terkadang hak yang tersedia bagi mereka. Dalam masyarakat bertingkat, kelas atas akan memiliki lebih banyak akses dan kendali atas sumber daya dan posisi kekuasaan, sementara kelas bawah akan memiliki akses yang jauh lebih sedikit dan lebih sedikit keuntungan dalam hidup.

Empat Sifat Dasar Stratifikasi Sosial

  1. Stratifikasi sosial adalah ciri umum masyarakat, di luar kasus ketidaksetaraan individu. Garis antara kelas atas dan bawah akan menjadi jelas dan berbeda, dan ketidaksetaraan antara keduanya akan konsisten.
  2. Stratifikasi sosial berlanjut dari generasi ke generasi. Anak-anak yang lahir di kelas yang lebih tinggi kemungkinan besar akan mewariskan kekayaan, kekuasaan, dan pengaruh orang tua mereka kepada anak-anak mereka sendiri, dan anak-anak yang lahir di kelas yang lebih rendah kemungkinan besar akan menghadapi rintangan yang sangat besar untuk mencapai kelas yang lebih tinggi daripada orang tua mereka.
  3. Stratifikasi sosial bersifat universal, tetapi bervariasi. Itu terjadi di berbagai jenis masyarakat, tetapi dapat terwujud dengan cara yang sangat berbeda dalam masyarakat yang berbeda.
  4. Stratifikasi sosial berakar pada kepercayaan masyarakat. Garis-garis stratifikasi masyarakat cenderung mencerminkan sikap dan filosofi masyarakat, terutama hal-hal apa yang mereka anggap berharga atau layak mendapat status tinggi.

Jenis Umum Stratifikasi Sosial

Ada banyak cara dimana stratifikasi sosial dapat terwujud dalam masyarakat, dan lebih dari satu jenis stratifikasi sosial dapat mempengaruhi masyarakat tertentu pada suatu waktu. Beberapa jenis stratifikasi sosial yang paling umum meliputi: joker123

Jenis kelamin

Sebuah masyarakat di mana laki-laki secara inheren diberi hak lebih tinggi dan akses ke kekuasaan atas dasar jenis kelamin mereka disebut patriarki. Sebuah masyarakat di mana hal ini berlaku untuk perempuan, sebaliknya disebut matriarki.

Usia

Masyarakat sering kali memisahkan anggotanya menjadi beberapa kelompok berdasarkan usia, dengan harapan dan peluang berbeda yang diberikan kepada setiap kelompok. Contoh stratifikasi usia dalam masyarakat adalah usia dewasa menurut hukum Amerika yang ditetapkan pada 18, yang berarti bahwa anak-anak berusia 17 tahun ke bawah memiliki seperangkat hak dan keistimewaan yang lebih terbatas dibandingkan dengan orang dewasa.

Ras

Stratifikasi sosial berdasarkan ras seringkali merupakan hasil dari sikap rasis dalam masyarakat yang bersangkutan. Dalam masyarakat yang dikelompokkan berdasarkan ras, biasanya kelompok mayoritas akan menjadi sebagian besar dari kelas atas dan menikmati hak istimewa yang tidak dimiliki oleh orang-orang dari etnis lain di kelas bawah.

Kekayaan

Sekilas Tentang Stratifikasi Sosial

Stratifikasi berdasarkan kekayaan sering kali merupakan salah satu jenis stratifikasi sosial yang paling luas, karena menjadi lebih mudah bagi seseorang untuk mendapatkan dan mengumpulkan lebih banyak kekayaan begitu mereka sudah kaya, dan kekayaan mudah diwariskan dari generasi ke generasi. Di Amerika pada tahun 2019, 3 orang terkaya di negara ini memiliki kekayaan di antara mereka sebanyak gabungan 50 persen orang terbawah di Amerika, yang merupakan contoh ekstrim dari seberapa banyak ketidaksetaraan stratifikasi kekayaan dapat berkembang ketika dibiarkan tumbuh selama bertahun-tahun.

Continue Reading
Mengenal Antipositivisme dalam Ilmu Sosial

Mengenal Antipositivisme dalam Ilmu Sosial

Mengenal Antipositivisme dalam Ilmu Sosial – Debat Antipositivisme adalah salah satu konsep terpenting yang diperkenalkan pada ilmu sosial modern saat ini. Ini menyebabkan perbedaan penting yang ada antara dua cara memandang dan meneliti dunia di sekitar kita – pandangan positivis dan antipositivist. Pandangan positif menunjukkan bahwa kita dapat mempelajari fenomena sosial dan budaya dengan menggunakan metode berbasis empiris yang sama seperti yang dapat ditemukan dalam ilmu eksakta atau alam, seperti biologi atau matematika. Di sisi lain, antipositivisme berpendapat bahwa untuk menjelaskan apa pun yang telah terjadi di dunia tempat kita tinggal, para ilmuwan harus mengandalkan metode pemahaman dan terutama interpretasi fenomena sosial yang ada.

Asal dan Perbedaan Metodologis

Antipositivisme sangat erat kaitannya dengan gagasan Max Weber, seorang sosiolog Jerman yang menekankan akan pentingnya nilai-nilai yang ada dalam masyarakat atau kelompok subkultural tertentu. Bersama Georg Simmel, pemikir Jerman yang sangat terkemuka lainnya saat itu, Weber menegaskan bahwa penelitian apa pun harus difokuskan pada pemahaman interpretatif (Ger., Verstehen). daftar joker123

Perbedaan antara pendekatan positivis dan antipositivist dalam penelitian juga dapat ditemukan dalam metode yang digunakan untuk melakukan penelitian. Pendekatan positivis biasanya akan mencakup metode analisis dan eksperimen statistik, sementara di sisi lain, pendekatan antipositivist akan berfokus pada melakukan penelitian lapangan, etnografi, dan analisis wacana (kritis). Antipositivis berpendapat bahwa tidak ada yang namanya objektivitas nyata. Ilmuwan yang telah terlibat dalam penelitian apa pun harus selalu menyadari kepercayaan budaya mereka sendiri karena mereka akan mempengaruhi interpretasi apakah mereka menginginkannya atau tidak. Pandangan antipositivist bergantung pada relativisme budaya, dan dapat dikatakan bahwa pandangan positivistik lebih merupakan pada pendekatan pandangan etnosentris.

Pendekatan Subyektif vs Tujuan

Perhatian utama pada antipositivisme dengan pandangan positivis adalah bahwa hal itu tidak akan mencakup pemahaman. Tujuan utama dari penelitian positif adalah untuk mendeskripsikan, mengontrol, dan pada akhirnya memprediksi fenomena sosial tertentu. Antipositivis menganggap elemen prediksi sebagai elemen yang berpotensi berbahaya karena dapat berfungsi sebagai dasar untuk kontrol sosial kelompok subkultural dan berbagai jenis rekayasa pada tingkat sosial.

Singkatnya, di jantung perdebatan, sebuah pertanyaan krusial sedang diajukan: apa perbedaan antara jenis penelitian subjektif dan objektif? Antipositivisme berpendapat bahwa para ilmuwan tidak dapat menjauhkan diri dari materi penelitian mereka dan oleh karena itu tidak pernah dapat objektif. Cara berpikir seperti ini kemudian dikembangkan lebih lanjut lagi dalam karya Georg Simmel. Simmel tertarik untuk mendeskripsikan fenomena sosial yang ada dengan mengakui bagaimana persepsi seseorang dapat membelokkan temuan ke arah tertentu, dan tidak cenderung berpikir bahwa ini dapat dijelaskan melalui pengumpulan data statistic yang telah ada.

Penolakan Objektivitas

Mengenal Antipositivisme dalam Ilmu Sosial

Antipositivsm meletakkan dasar bagi teori-teori sosial yang akan menjadi menonjol pada paruh kedua abad ke-20: teori kritis, analisis wacana, dan bahkan post-strukturalisme semuanya lebih jauh menunggangi pemotongan epistemologis yang dibuat dengan penolakan objektivitas ini sebagai kemungkinan.

Antipositivisme sangat dipengaruhi oleh para pemikir kritis Mazhab Frankfurt seperti Theodor Adorno, Walter Benjamin, dan bahkan Jurgen Habermas. Masalah utama yang dihadapi Jurgen Habermas dengan positivisme adalah Jurgen Habermas menolak hubungan antara sejarah dan ilmu sosial dan bahwa kita tidak dapat memahami realitas dengan menggunakan metode ilmu eksakta. Dia bersikeras pada hermeneutika, seperti Weber dan Simmel sebelumnya, sebagai cara untuk menjelaskan fenomena sosial melalui interpretasi dan bukan pengumpulan data mentah.

Continue Reading
Apa yang Dilakukan Seorang Arkeolog?

Apa yang Dilakukan Seorang Arkeolog?

Apa yang Dilakukan Seorang Arkeolog? – Seorang arkeolog mempelajari, menganalisis, dan memulihkan masa lalu manusia prasejarah dan baru-baru ini melalui sisa-sisa materi fisik yang dapat diamati dari masa lalu dalam upaya untuk memungkinkan pemahaman yang lebih luas dan komprehensif tentang budaya manusia. Disiplin arkeologi adalah salah satu cabang dari antropologi. Material yang tersisa meliputi artefak, arsitektur, biofak (ecofacts), dan lanskap. Tujuan seorang arkeolog termasuk memahami sejarah budaya, membangun cara hidup masa lalu, mendokumentasikan sejarah manusia, dan menjelaskan perubahan dalam masyarakat manusia dari waktu ke waktu. Arkeolog penting karena mereka membantu kita memahami lebih dari 99% masa lalu manusia yang tidak tercatat, masyarakat mereka, dan bagaimana mereka berevolusi secara fisik dan penemuan mereka dari waktu ke waktu.

Jenis Arkeolog

Karakteristik umum dari semua arkeolog adalah bahwa mereka terlibat dalam survei, pengumpulan data, analisis, dan interpretasi. Arkeolog meminjam teknik dari disiplin ilmu lain seperti antropologi, sejarah, sejarah seni, klasik, etnologi, geografi, geologi, linguistik, semiologi, fisika, ilmu informasi, arkeologi komputasi (juga dikenal sebagai arkeologi digital), arkeogaming, kimia, statistik, paleoekologi, paleontologi, paleozoologi, paleoetnobotani, dan paleobotani. Disiplin arkeologi beragam, dan ada beberapa arkeolog yang berspesialisasi dalam bidang tertentu. Mereka termasuk arkeolog sejarah, etnoarkeologi, arkeolog eksperimental, arkeometri, arkeolog feminis, arkeolog penyelamat, arkeolog maritim, dan banyak lagi. Arkeolog sejarah mempelajari budaya melalui tulisan sedangkan Etnoarkeologi adalah studi etnografi orang yang ada yang dimaksudkan untuk membantu dalam memahami catatan arkeologi. Arkeolog eksperimental biasanya menggunakan eksperimen untuk menghasilkan pengamatan terkontrol konkret dari proses yang menciptakan dan memengaruhi catatan arkeologi. Arkeometri menggunakan aplikasi fisika, kimia, dan teknik untuk mensistematisasikan pengukuran arkeologi. Pseudo-arkeolog adalah individu yang menyebut dirinya arkeolog tetapi melanggar etika arkeologi ilmiah yang diterima secara normal. http://tembakikan.sg-host.com/

Tantangan Arkeolog

Munculnya arkeolog semu telah mempermudah kualitas dan kredibilitas karya arkeologi. Penjarahan dan perusakan situs arkeologi terus meningkat. Penjarahan dapat terjadi ketika pihak yang berkepentingan menjarah artefak untuk dijual, atau penduduk setempat yang merasa terikat dengan artefak tersebut mencurinya. Beberapa penduduk setempat juga menganggap arkeolog yang datang ke rumah leluhur mereka dan membawa material penting secara budaya dan agama sebagai pencuri. Para arkeolog memandang masa lalu sebagai linier (masa lalu sudah lama berlalu) sedangkan penduduk asli memandangnya sebagai siklik (mengganggu masa lalu adalah pertanda buruk). Dalam skenario seperti itu, akademisi mengalami konflik dengan kebutuhan untuk menghormati masa lalu.

Sejarah Arkeolog

Seorang sejarawan manusia Renaisans Italia Flavio Biondo adalah arkeolog paling awal yang diketahui. Dia menulis panduan tentang reruntuhan dan topografi Roma sebelumnya pada awal abad ke-15. Arkeolog awal disebut antiquarians pada abad 17 dan 18 yang studinya hanya terkonsentrasi pada sejarah situs sejarah, manuskrip, dan artefak kuno (antiquarianisme). Mereka berfokus pada bukti yang dapat diamati untuk memahami masa lalu. Beberapa dari barang antik ini mensurvei dan menjelaskan pedesaan Inggris, gambar, dan monumen. Juga dipelajari pada pertengahan abad ke-18 adalah evolusi teks tulisan tangan, perkakas, bentuk perisai, arsitektur, dan berbagai jenis kostum. Selama periode ini, penggalian khusus seperti stratifikasi tidak digunakan. Pada awal abad ke-19, William Cunnington (bapak penggalian arkeologi) mengembangkan sebagian besar istilah dan prosedur yang digunakan oleh para arkeolog hingga saat ini termasuk stratigrafi (masing-masing strata yang tumpang tindih kembali ke periode yang berurutan dalam urutan kronologis). Pada 1920-an, Sir Mortimer Wheeler mengembangkan sistem penggalian grid. Sebagian besar universitas juga mulai menawarkan program arkeologi selama ini. Saat ini, hampir semua arkeolog adalah lulusan universitas.

Apa yang Dilakukan Seorang Arkeolog?

Masa Depan Arkeologi

Saat ini, para arkeolog belajar dan berbagi tentang masyarakat manusia masa lalu dan kehidupan yang mereka jalani lebih dari 2,5 juta tahun yang lalu. Arkeologi mengungkap banyak kemajuan teknologi umat manusia, pengembangan peralatan, metalurgi, kebangkitan kota, agama, dan pertanian, antara lain. Arkeolog menyediakan satu-satunya cara yang tersedia untuk mempelajari dan memahami keberadaan dan perilaku masyarakat masa lalu. Sebagai bidang studi yang berkembang, para arkeolog modern menggunakan program dan teknik komputer khusus untuk mengukur dan menghasilkan kesimpulan. Bidang studi ini jelas berkembang, dan lebih banyak sub-disiplin arkeologi diharapkan di tahun-tahun berikutnya serta penjelasan temuan yang lebih konkret.

Continue Reading
Tokoh Sosiologi Indonesia

Tokoh Sosiologi Indonesia

Tokoh Sosiologi Indonesia – Sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari mengenai perilaku sosial antara individu dengan individu, individu dengan kolompok, dan kelompok dengan kelompok. Beberapa nama tokoh sosiologi Indonesia di bawah ini sudah banyak dikenal, yang lainnya barangkali jarang disebutkan dalam buku-buku pengantar sosiologi.

1. Selo Soemardjan

Lahir di Yogyakarta pada tanggal 23 Mei 1915, Selo Soemardjan dikenal sebagai bapak sosiologi Indonesia. Latar belakang keilmuan yang dimiliki sebelum studi sosiologi ialah pendidikan menegah atas untuk birokrat pada masa kolonial yang dikenal dengan nama Mosvia. Selo Soemardjan lalu melanjutkan studi sosiologi di Universitas Cornell di Amerika Serikat dengan beasiswa dari pemerintah Amerika. Kariernya yang sebagai sosiolog dibangun selama menjadi pengajar di Universitas Indonesia. Pada 1994 menerima gelar ilmuwan utama sosiologi dari pemerintah Indonesia. joker123

Toko Sosiologi Indonesia

Pengaruh sosiologi Amerika yang Parsonian pada saat itu, dibawa oleh Selo Soemardjan ke Indonesia melalui publikasi hasil risetnya berjudul ”Perubahan Sosial di Yogyakarta”. Perspektif fungsionalisme struktural dalam melihat perubahan sosial mendominasi sosiologi pada awal masuknya disiplin tersebut ke Indonesia. Selo Soemardjan juga banyak melakukan studi mengenai perubahan sosial, integrasi sosial, dan sistem pemerintahan di Indonesia. Adopsi teori fungsionalisme Parsonian dalam analisisnya juga membantu pemerintah dalam agenda pembangunan.

2. Pudjiwati Sayogjo

Lahir di Kebumen pada tanggal 21 Mei 1926, Sayogjo dikenal sebagai ahli sosiologi pedesaan di Indonesia. Latar belakang pendidikan Sayogjo adalah sarjana pertanian. Sayogjo berkarier sebagai pakar sosiologi pedesaan dan juga ekonomi pedesaan di Institut Pertanian Bogor yang dahulu merupakan fakultas pertanian Universitas Indonesia di Bogor. Penelitian intensif yang dilakukan di pedesaan di Cibodas menarik perhatiannya untuk mempelajari struktur sosial pedesaan dan kaitannya dengan perubahan sosial. Sayogjo juga mengembangkan sosiologi terapan berorientasi emansipatoris tentang masyarakat pedesaan.

Kontribusi utama Sayogjo pada perkembangan sosiologi Indonesia ialah pengenalan subdisiplin sosiologi pedesaan di berbagai institusi perguruan tinggi. Sayogjo juga banyak mengkritik perubahan sosial yang disebabkan oleh modernisasi di banyak pedesaan Jawa. Menurutnya, proses modernisasi yang terjadi tidak sejalan dengan agenda pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat desa. Modernisasi yang terjadi di pedesaan di Jawa tidak disertai pembangunan kualitas masyarakat desa itu sendiri.

3. Mely Giok Tan

Lahir di Jakarta pada tanggal 11 Juni 1930, Mely merupakan salah satu sosiolog Indonesia generasi awal. Mely juga dikenal sebagai sinolog, ahli masalah Cina. Studi tingkat sarjana diselesaikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, kemudian mendapat gelar master di Universitas Cornell, Amerika Serikat. Gelar doktoral diperolehnya di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1968. Mely berkontribusi pada pengembangan ilmu sosial di Indonesia sebagai sekretaris umum Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial pada 1975-1979.

Sebagai ahli masalah Cina, studi yang dialkukannya banyak mengkaji mengenai komunitas Cina di berbagai negara termasuk di Indonesia. Selain persoalan Cina, Mely juga banyak melakukan kritik pada media yang mendiskreditkan peran perempuan di dalam masyarakat dan melihat perempuan sebagai objek seksual semata. Minat utama pada kajian kelompok minoritas juga membawa nama Mely sebagai salah satu tokoh sosiologi Indonesia yang mempunyai komitmen pada cita-cita emansipatoris.

4. Mochtar Naim

Lahir di Jambi pada tanggal 25 Desember 1932, dikenal sebagai sosiolog dan antropolog Indonesia. Selain itu, Mochtar juga merupakan ahli kebudayaan Minangkabau. Pendidikan tingkat sarjananya dilakukan di Yogyakarta pada tiga universitas sekaligus, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia dan PTAIN. Gelar master diperoleh di Universitas McGill, Kanada dan gelar doktoral diperoleh di Universitas Singapura. Karir akademiknya dimulai di Universitas Andalas, dan berlanjut sebagai staf pengajar di Universitas Hasnuddin, Makassar.

Studi tentang pola migrasi masyarakat Minangkabau melambungkan namanya sebagai sosiolog dan ahli kebudayaan Minang yang mumpuni. Mochtar meneliti kebiasaan merantau orang Minang dan menelurkan teori kebudayaan yang diistilahkan dengan ”Minang-kiau”, kebiasaan merantau orang Minang ke seluruh dunia untuk berdagang. Pola merantau orang minang dilihatnya mirip dengan pola merantau orang Cina. Mochtar mengkategorisasikan budaya Minangkabau menjadi budaya yang bercirikan sentrifugal. Mochtar adalah salah satu tokoh sosiologi Indonesia yang juga ahli budaya.

5. Soerjono Soekanto

Lahir di Jakarta pada tanggal 30 Janiari 1942, Soerjono Soekanto dikenal sebagai ahli sosiologi hukum. Latar belakang pendidikannya adalah sarjana hukum. Soekanto juga melanjutkan studi tingkat master bidang sosiologi di Universitas California, Berkeley, Amerika. Pendidikan doktoralnya diselesaikan di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Kariernya sebagai akademisi berkembang di Univesitas Indonesia dengan gelar guru besar sosiologi hukum yang diperoleh pada 1983.

Kontribusi Soerjono Soekanto pada perkembangan sosiologi di Indonesia ialah pengenalan sosiologi hukum sebagai subdisiplin sosiologi. Buku yang ditulisnya dengan judul ”Sosiologi Suatu Pengantar” juga menjadi rujukan utama kuliah pengantar sosiologi di banyak unversitas di Indonesia. Soerjono Soekanto banyak menulis mengenai masalah-masalah hukum dengan pendekatan sosiologis. Sebagai seorang tokoh sosiologi Indonesia, Soerjono Soekanto dikenal sebagai sosiolog hukum.

6. Arief Budiman

Lahir di Jakarta pada tanggal 3 Januari 1941, Arief Budiman merupakan seorang aktivis demonstran angkatan 66 yang juga kakak kandung Soe Hok Gie. Arief pernah studi di College d’Europe, Belgia dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Gelar doktor pada bidang sosiologi diraihnya di Universitas Harvard Amerika Serikat. Kariernya luas, tidak hanya di ranah akademik tetapi juga aktif di ranah politik, jurnalistik dan seni. Arief mendapat gelar guru besar bidang sosiologi dari Universitas Melbourne, Australia, tempatnya mengajar.

Arief Budiman mendeskripsikan dirinya sebagai orang kiri yang menolak paradigma modernisasi dan pembangunanisme. Kontribusinya pada sosiologi adalah gagasan-gagasannya tentang teori ketergantungan. Studinya mengenai pengalaman negara Amerika Latin, Chile yang beralih dari demokrasi ke sosialisme berisi analisis khas intelektual kiri. Arief Budiman banyak mengkritik setiap rezim penguasa. Praktik politik dari orde lama sampai rezim pasca reformasi banyak menjadi sasaran kritiknya yang pedas.

7. George Junus Aditjondro

Lahir di Pekalongan pada tanggal 27 Mei 1946, Aditjondro dikenal sebagai sosiolog Indonesia sekaligus aktivis dan kritikus penguasa, terutama pada rezim orde baru. Pada 1991 mendapatkan gelar master dari Universitas Cornell, Amerika Serikat. Gelar doktoral diperolehnya dua tahun kemudian di universitas yang sama. Kariernya sebelum masuk di bidang akademik adalah seorang jurnalis. Aditjondro pernah bekerja sebagai jurnalis Tempo pada 1970an.

Kontribusinya pada sosiologi adalah studinya mengenai perilaku korup rezim-rezim penguasa. Politik Indonesia era orde baru dan era SBY menjadi sasaran kritisismenya sebab dianggap korup. Aditjondro pernah dicekal pada rezim Soeharto dan memilih untuk keluar dari Indoensia untuk berkarier di Universitas Newcastle, Australia sebagai pengajar sosiologi. Aditjondro sempat mengajar juga di Universitas Sanata Dharma, di Yogkarta sekembalinya dari Australia. Salah satu bukunya yang paling kontroversial adalah ”Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” yang diterbitkan namun banyak hilang dipasaran pada saat rezim SBY berkuasa.

8. Manasse Malo

Lahir di Waingapu, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 2 Mei 1941, Manasse dikenal sebagai sosiolog dan politikus Indonesia. Menempuh pendidikan jenjang sarjana di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Gelar master dan doktoral pada bidang sosiologi diperolehnya dari Universitas Winconsin, Amerika Serikat. Karier Manasse di bidang akademik ialah sebagai sosiolog Universitas Indonesia. Di bidang politik pernah menjadi anggota DPR RI Pada 1999. Aktivisme politik telah akrab dengannya sejak menjadi mahasiswa ketika menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.

Toko Sosiologi Indonesia 1

Kontribusi Manasse pada sosiologi ialah mengenai studinya tentang kebijakan desentralisasi di Indonesia. Manasse banyak menjadi pembicara dengan tema politik desentralisasi pada sejak orde baru. Pasca reformasi menjadi momentum dirinya untuk mempraktikkan gagasannya tidak hanya di wilayah akademik, namun juga kebijakan sebagai anggota parlemen. Politik lokal di Indonesia pasca reformasi ialah politik desentralisasi. Tempat kelahiran Manasse, Sumba, merupakan salah satu wilayah yang diperjuangkannya untuk menjadi provinsi baru.

9. Nasikun

Lahir di Cilacap pada tanggal 28 Oktober 1941, Nasikun adalah seorang guru besar sosiologi di Universitas Gadjah Mada. Nasikun memperoleh gelar doktoral nya dari Michigan State University, Amerika Serikat. Kariernya sebagai sosiolog dimulai sebagai staf pengajar di Jurusan Sosiologi Universitas Gadjah Mada sejak 1967. Nasikun juga aktif di berbagai organisasi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu-ilmu sosial di Indonesia. Pernah menjadi bagian dari keanggotaan Himpunan Ilmuwan dan Peminat Ilmu-ilmu Sosial dan Ikatan Sosiologi Indonesia.

Salah satu karyanya yang banyak dikutip adalah buku berjudul ”Sistem Sosial Indonesia”. Nasikun mengkaji struktur dan juga sistem sosial yang ada di Indonesia dari pendekatan fungsionalisme dan konflik. Analisisnya mengungkap proses integrasi dan disintegrasi masyarakat Indonesia modern yang majemuk. Nasikun memberikan pendapat bahwa pasca reformasi, kapitalisme dan neo-liberalisme, diikuti oleh fundamentalisme etnik dan agama akan menjadi tantangan solidaritas sosial Bangsa Indonesia yang majemuk. Nasikun dikenal sebagai tokoh sosiologi di Indonesia yang selalu mengingatkan betapa pentingnya integrasi sosial pada masyarakat majemuk.

Continue Reading
Masa Depan Cerah Buat Anak IPS

Masa Depan Cerah Buat Anak IPS

Masa Depan Cerah Buat Anak IPS – Ilmu Pengetahuan Sosial atau social studies adalah pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan  masyarakat. di Indonesia pelajaran ilmu pengetauan sosial juga disesuaikan dengan berbagai prespektif  sosial yang berkembang di masyarakat. Kajian mengenai masyarakat dalam IPS dapat dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar sekolah atau siswa dan siswi atau dalam lingkungan yang luas, yaitu lingkungan negara lain, baik yang ada pada masa sekarang maupun pada masa lampau. Dengan demikian siswa dan siswi yang mempelajari IPS dapat menghayati masa sekarang dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau umat manusia. Untuk lebih memahami pengertian dari Ilmu Pengetahuan Sosial, mari kita simak pengertian dari beberapa ahli:   

1. Somantri (Sapriya:2008:9) menyatakan bahwa IPS merupakan suatu penyederhanaan atau disiplin ilmu ilmu sosial humaniora serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis/psikologis untuk tujuan pendidikan. joker388

2.    Mulyono Tj. (1980:8) mempunyai pendapat bahwa IPS adalah suatu pendekatan interdisipliner (inter-disciplinary approach) dari pelajaran ilmu-ilmu soial, seperti sosiologi antropologi budaya, psikologi sosial,sejarah, geografi, ekonomi, politik, dan sebagainya.

3.  Saidiharjo (1996:4)  menyatakan bahwa IPS adalah kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti:geografi, ekonomi, sejarah,sosiologi,politik

4.   Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS merupakan perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Dia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yaitu sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.

Masa Depan Cerah Buat Anak IPS

5. Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS adalah pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti:

a) menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari pada universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan,

b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan juga kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna.

6. S. Nasution mendefinisikan IPS ialah sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS adalah suatu bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah,ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.

7.  Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah human relationship hingga benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang sudah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolah sekolah.

Inget dong pada zaman SMA dulu ada sistem penjurusan yang bikin kamu cukup deg-degan karena bisa menjadi tolok ukur masa depan? Penjurusan masuk IPA dan IPS ini di setiap SMA berbeda-beda sistemnya. Bahkan, ada juga sekolah yang juga mengadakan kelas Bahasa, buat para murid yang lebih minat pada bidang linguistik dan sastra. Mayoritas sistem penjurusannya dilihat dari nilai rapor, yaitu nilai rapor tertinggi dari setiap kelas dikumpulkan dan dimasukkan ke kelas IPA. Untuk kelas IPS sih kedapatan sisanya. Aduh, kamu…

Tidak heran anak IPS seringkali dianggap sebagai anak buangan. Makanya seringkali orang menilai jurusan IPS itu identik dengan anak bandel, bermasalah, dan nggak mikirin pelajaran. Padahal, banyak juga lho yang memang ingin masuk kelas IPS bukan karena nilainya nggak mencukupi

Mereka tidak memandang kalau ternyata anak IPS juga berprestasi. Selain itu, banyak juga lulusan kelas IPS mempunyai masa depan cerah, tak kalah dengan jebolan IPA. Nah, kira-kira apa aja sih yang dimiliki oleh anak IPS tapi belum tentu dipunya anak IPA?

1. IPS itu ilmu sehari-hari. Jadi anak IPS berarti harus peka dan juga berhenti cuek sama lingkunganmu lagi

Belajarnya juga ilmu sosial, pasti selalu digunakan dan diterapkan setiap hari. Jadi, kepekaanmu terhadap lingkungan sekitar udah nggak perlu diragukan lagi. Misalnya pada pelajaran Ekonomi dan Akuntansi, kamu bisa belajar mengatur uang jajan, atau dari pelajaran Sosiologi, kamu terbiasa memerhatikan permasalahan di masyarakat, bahkan mampu membayangkan solusinya. Itu dua di antaranya, mungkin kamu mempunyai contoh lainnya?

2. IPS bukan ilmu pasti. Perubahannya cepat dan juga dinamis, artinya anak IPS harus pandai beradaptasi

Zaman kian berubah dan hal ini membuat berbagai pemikiran-pemikiran di masa lalu bisa dipatahkan oleh pemikiran zaman sekarang. Perubahan ilmu sosial yang cepat dan juga dinamis ini menyebabkan kamu, sebagai anak IPS, terbiasa beradaptasi. Kamu nggak kaku sama yang namanya perubahan. Kalau kaku, sebagai anak IPS kamu tidak bisa berkembang, dong.

3. Pandai beradaptasi, berarti pandai juga bersosialisasi dan komunikasi

Predikat yang melekat pada anak IPS biasanya tidak jauh-jauh dari “sering keluar-masuk ruang BP”. Padahal jumlah mereka hanya segelintir. Anak-anak IPS juga sebenarnya bermacam-macam, termasuk ada yang rajin, yang kutu buku, yang kritis, si jago debat bahasa Inggris sampai jilbab lebar sampai yang bercelana cingkrang. Itu berarti anak IPS beranekaragam ya, tidak melulu identik dengan “si nomor dua” ;).

4. Anak IPS terkenal dengan tingkat kepercayaaan dirinya yang tinggi dan juga sifat banci tampil

Karena pelajarannya berhubungan langsung dengan masyarakat, kamu pasti mengerti bagaimana cara bersosialisasi dan berkomunikasi yang baik di masyarakat. Kebiasaan yang sudah tertanam itu membuat kepercayaan dirimu tinggi dan nggak malu lagi tampil di depan banyak orang. Bahkan, kepandaianmu dalam menyihir orang-orang ini dapat memengaruhi mereka terhadap suatu keputusan lho. Misalnya jika saja kamu sibuk mengampanyekan pemilihan ketua OSIS wakil dari IPS. Tidak kebayang seperti apa seru, heboh, dan semaraknya semangat anak-anak IPS. Nggak hanya itu, dalam kegiatan seni kamu juga nggak kalah dari yang lain. Terkadang, malahan penampilanmu yang ditunggu-tunggu oleh warga sekolah.

5. Kemampuan diskusi dan berdebat jadi oke

Perkembangan zaman yang terjadi membuat ilmu pengetahuan berubah cepat dan dinamis. Hal ini juga menuntut anak IPS terbiasa mengutarakan pendapatnya yang beragam. Kamu diajarkan untuk nggak menerima begitu aja suatu informasi dan harus berpikir kritis terhadapnya. Makanya, nggak heran kalau dari pendapat tersebut sering menimbulkan perdebatan dan ini semakin membuat kamu semakin kaya ilmu pengetahuan.

6. Bila anak IPA punya Laboratorium Fisika dan Kimia, anak IPS laboratoriumnya sih dunia dan manusianya

Kamu memang tidak punya ruangan laboratorium di sekolah, tapi kamu punya dunia yang selalu siap 24 jam non stop untuk dipelajari. Lab-mu ini tidak perlu pintu keluar-masuk dan telah tersedia berbagai hal, semua komplit tanpa ada kekurangan.

Kamu bisa bereksperimen bersama teman-teman dari luar kelas IPS juga lho. Berbeda ‘kan dengan lab IPA yang sebatas hanya mereka saja yang dapat menggunakan? Tidak salah jika anak IPS itu memang pandai bersosialisasi dan berkomunikasi karena beragamnya hubungan sosial yang terjalin.

7. Dunia kerja saat ini butuh calon pekerja yang mudah bergaul, aktif dan sigap pada perubahan sosial. Tenang, masa depanmu aman!

Dunia kerja adalah dunia sebenarnya, kamu jadi tahu seluk-beluk kehidupan itu seperti apa. Oleh karenanya, orang-orang yang pandai bergaul dan aktif sangat dibutuhkan di sini. Hal itu tidak lain karena dunia kerja penuh persaingan, siapa yang lihai melihat situasi dan perubahan, dialah yang akan survive menjalaninya. Mulai sekarang diubah yuk, demi masa depanmu yang lebih cerah!

Masa Depan Cerah Buat Anak IPS 1

8. Anggapan sebagai anak buangan toh bisa bikin rendah hati. Kamu boleh cerdas, tapi tetap membumi

Karena bersosialisasi adalah bagian yang sangat melekat dalam hidup, kamu pun udah tahu trik berkomunikasi dan menyikapi suatu hal dengan baik. Pandangan sebelah mata mengenai anak IPS nggak usah dipikirkan, karena lebih baik mengurusi hal-hal lainnya yang lebih bermanfaat. Bahkan anggapan sebagai anak buangan bisa bikin kamum ingat untuk rendah hati. Gak cukup cuma cerdas, kamu juga harus membumi.

9. Karena sudah belajar tentang fenomena sosial, kamu jadi tahu deh ada banyak banget kekurangan di masyarakat. Kamu pun jadi tergerak untuk memperbaikinya saat sudah lebih dewasa

Beragam permasalahan muncul di tengah kehidupan masyarakat. Sebagai agen perubahan sosial, kamu tanggap untuk menyelesaikannya dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Ke depannya, dengan segenap kemampuan dalam bersosialisasi bersama orang-orang sekitar kamu senantiasa tergerak untuk membantu masyarakat melewati masa-masa sulit.

Anak IPS memang seringkali dipandang sebelah mata. Padahal, banyak kelebihan yang menonjol dan ternyata tidak dimiliki oleh anak IPA lho.

Continue Reading
Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial

Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial

Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial – Menurut seorang ahli, dijelaskan bahwa yang menjadi ruang lingkup IPS adalah manusia sebagai anggota masyarakat atau manusia dalam konteks sosial. Oleh karenanya pembelajaran IPS tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan saja, melainkan juga pembinaan peserta didik untuk mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai pengetahuan tersebut di tengah masyarakat. Nilai- nilai itu setenggang rasa dan tepo sliro, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, disiplin, ketaatan, keteraturan, etos kerja, dan lain-lain.

Penerapaan nilai-nilai pengetahuan dimulai dari lingkup yang paling kecil, misalnya di dalam keluarga sampai pada lingkup global. Setiap lingkungan akan mempengaruhi terhadap pembentukan kepribadian peserta didik atau individu. Keanekaragaman kelompok masyarakat dengan karakternya yang berbeda-beda adalah contoh konkret sebuah lingkungan yang mempengaruhi kepribadian seseorang. Oleh sebab itu seseorang harus mampu menerapkan nilai-nilai IPS dalam segala macam lingkungan di mana individu tersebut berada. Dalam lingkup yang lebih luas, peserta didik diharapkan dapat menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab terhadap lingkungan. joker888

Dari uraian tersebut dapat kita ketahui bahwa ruang lingkup IPS adalah semua aspek hidup dan kehidupan seseorang di tengah-tengah masyarakatnya. Di samping menguasai pengetahuan tenatang materi IPS, seseorang harus mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam pengetahuan yang telah mereka kuasai.

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang dibelajarkan di SMP/MTs. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Mapel IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Membelajarkan IPS secara terpadu hendaknya mempertimbangkan keempat kajian tersebut. Materi esensial dari keempatnya di dapat dari

Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial

1. Kompetensi Dasar

Untuk mengkaji KD mata pelajaran IPS perlu memperhatikan urutan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran IPS disampaikan secara terpadu dengan harapan pembelajaran IPS lebih bermakna bagi peserta didik dalam konteks pembelajaran sehari-hari, sehingga peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan utuh.

Melalui pembelajaran terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif.

Pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema (konsep), sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar, pengetahuan, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu, menurut Williams.

Dalam rangka implementasi KI dan KD untuk memenuhi ketercapaian pembelajaran, maka diperlukan pedoman pelaksanaan model pembelajaran IPS Terpadu. Hal ini penting, untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran terpadu yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret dalam kerangka implementasi KI dan KD. Membelajarkan IPS secara terpadu diperlukan tema sebagai pengikat konsep atau kajian geografi, ekonomi, sosiologi dan sejarah.

2. Mengkaji Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS

KD adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik, maka jelas sekali yang dimaksud konten adalah isi atau materi yang harus dibelajarkan pada peserta didik. Kompetensi itu pun dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Bagian dalam mengkaji kompetensi dasar mapel IPS perlu memperhatikan urutan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi

Untuk menghadapi tantangan yang ada, bangsa Indonesia perlu memupuk nasionalisme budaya (cultural nationalism) yang berarti pengakuan terhadap budaya etnis yang beragam, yang lahir dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia. Setelah itu, perlu mengelola sumberdaya alam untuk menjamin kesejahteraan bangsanya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan prinsip keadilan sosial, dan meningkatkan daya saing produk barang dan jasa, melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia sebagai subyek dalam persaingan tersebut.Pendidikan IPS mengambil peran untuk memberi pemahaman yang luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan, yaitu:

(a) memperkenalkan konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan seluruh masyarakat dan lingkungannya;

(b) membekali kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial;

(c) memupuk komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; dan

(d) membina kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, baik di tingkat local, nasional maupun global.

3. Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek (a) keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu ; (b) perubahan masyarakat Indonesia pada zaman pra-aksara, zaman Hindu-Buddha dan zaman Islam, zaman dijajahnya dan tumbuhnya semangat kebangsaan, masa pergerakan kemerdekaan sampai dengan awal (masa) reformasi sekarang; (c) jenis dan fungsi kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat; (d) interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi dari waktu ke waktu.

4. Pendekatan pembelajaran IPS dikenal dengan interdisipliner karena sistem pembelajarannya memungkinkan peserta didik secara aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Trans-disciplinarity berarti batas-batas disiplin ilmu tidak lagi tampak secara tegas dan jelas karena konsep- konsep disiplin ilmu berbaur atau terkait dengan permasalahan yang dijumpai di sekitarnya. Kondisi itu memudahkan pembelajaran IPS menjadi suatu pembelajaran yang kontekstual.

5. IPS adalah sebuah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan sesamanya yang diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar ruang, dan waktu. Ruang merupakan tempat dimana manusia beraktivitas, koneksi antar ruang menggambarkan mobilitas manusia antara satu tempat ketempat lain,dan waktu menggambarkanmasa dimana kehidupan manusia terjadi sebagai mapel dalam bentuk integrated sciences dan integrated social studies.

6. Cara menyusun pembelajaran terpadu dimulai dengan pilih atau pilih tema sebagai payung pengembangan pembelajaran sesuai dengan SKL, KI, KD yang dipadukan. Kemudian menyusun sub-tema, peta materi dan sub materi, dilanjutkan dengan penyusunan perangkat pembelajaran beserta sarana yang cocok dengan materi yang dapat dibahas di tiap-tiap pertemuan.

Continue Reading
Pendidikan IPS Pada Era Globalisasi

Pendidikan IPS Pada Era Globalisasi

Pendidikan IPS Pada Era Globalisasi – Indonesia memerlukan berbagai sumber kekuatan manusia yang unggul sebagai jenis pertama dalam pembangunan untuk mencukupi sumber daya tersebut pendidikan memiliki peran yang terlampau penting. Pendidikan adalah suatu usaha untuk meraih suatu target pendidikan.

Suatu usaha pendidikan menyangkut 3 unsur pokok, yaitu input, proses, dan output. Input pendidikan adalah peserta didik dengan beragam ciri-ciri yang tersedia pada peserta didik. Proses pendidikan terkaitan beragam perihal layaknya pendidik, kurikulum, gedung, buku, metode mengajar. Output atau hasil pendidikan dapt berwujud pengetahuan, sikap, dan keterampilan, menurut Widiyarti & Suranto.

Pendidikan IPS pada era globalisasi kini sangat dibutuhkan. Kajian ips yang merupakan pengembangan dari potensi jati diri sebagai mahkluk sosial yang harus memiliki kecakapan berfikir, kecakapan akademi, kecakapan sosial. Globalisasi menyangkut suatu kesadaran baru mengenai dunia sebagai satu kesatuan interaksi dan saling ketergantungan yang semakin besar dalam era baru yang perlu di jawab dengan tepat. Sementara kemampuan bersaing penduduk indonesia dalam menghadapi era globalisasi masih sangat lemah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini di sebabkan karna masih lemahnya kualitas sumber daya manusia yang ada. joker123 terbaru

Sebagai yaitu contoh tenga kerja indonesia maupun tenaga kerja wanita yang dikirim ke luar negri hanya di posisikan sebagai tenaga buruh, seperti pembantu rumah tangga, perawat, buruh perkebunan, buruh bangunan, sopir dan tenaga kasar lainnya. Sedangkan tenaga asing yang bekerja di indonesia justru sebaliknnya, meraka adalah kalangan pengusaha, investor profesional tenga ahli, dan pemilik perusahaan. Para pekerja yang dikirm keluar negri kebanyakan tidak memiliki keterampilan atau minim dalam penguasaan ilmu pengetahuan serta rendahnnya penguasaan kemampuan bahasa asing, terutama bahasa inggris. Inilah kendala yang sering kali orang indonesia serasakan seajak adanya pengiriman tenaga kerja keluar negri hingga sekarang hingga sekarang telah memasuki era globalisasi.

Pendidikan IPS Pada Era Globalisasi

Rendahnnya kualitas tenaga kerja di indonesia berkaitan erat dengan rendahnnya pendidikan yang di peroleh. Sistem pendidikan yang telah dirancang sedemikian rupa dalam teori belum bisa menjawab tantangan zaman dalam praktiknya. Adannya keinginan untuk bersaing dengan bangsa lain dalama memperebutkan lapangan kerja harus dimulai terlebih dahulu dalam pembaharuan pendidikan, trutama secara prakttik. Pendidikan harus benar-benar di berdayakan oleh semua pihak sehingga ke depan mampu memberdyakan masyarakat secara luas. Masyarakat yang terbedayakan oleh sitem pendidikan nasional di harapan kan akan memiliki keunggulan komparatif dn kompotitf dalam konteks persaingan global.

Konsekuensi dari penjelasan di atas bahwa pendidikan harus di konseptualisas kan sebagai suatu usaha dan proses pemberdayaan yang benar-benar harus di sadari secara kolektif, baik oleh individu, keluarga, masyarakat, serta oleh pemerintah. Pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa yang menjadi dasar kualitas sumber daya manusia yang unggul yang harus ula diiringi muaralitas yang tinggi dan integritas kebangsaan yang kuat, tidak korup, jujur, kreatif, dan memiliki visi kedapan yang diasumsikan akan mampercapat bangsa ini keluar dari krisis yang berlarut-larut. Sebagai perbandingan, negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, mereka mengalami kemajuan yang pesat dalam upaya keluar dari krisis seperti yang dialami Indonesia. Negara-negara tersebut dahulu berada di bawah Indonesia, kualitas sumber daya manusianya, akan tetapi saat ini mereka dapat menjadi negara yang bangkit dari masalah dalam negerina. Contohnya Malaysia dapat memulihkan kondisi ekonomi tanpa bantuan dari IMF.

Era globalisasi sebenarnya justru membutuhkan pendidikan IPS lebih tinggi dibanding sebelumnya. Dengan adanya pendidikan IPS dapat menjawab tantangan yang ada dan muncul diera globalisasi. Begitu lengkapnya kajian IPS dengan semua rumpun keilmuannya jika betul-betul dipahami dan dilaksanakan akan dapat dilaksanakan akan dapat memunculkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang terkemuka. Selain Indonesia memiliki wilayah yang luas., alam yang kaya, juga penduduk yang banyak, sebetulnya semua bisa menjadi modal untuk menjadi pemimpin dunia. Hanya saja, jika  bangsa Indonesia sudah kurang perduli terhadap masalah bangsanya, maka dengan mudah penjajahan bentuk baru akan ada dan bertahan dibumi Indonesia. Giddnes, yang dikutip Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI mengatakan bahwa “kita tidak akan pernah mampu menjadi penguasa sejarah kita sendiri, tetapi kita dapat dan harus mencari cara untuk membuat dunai yang tak terkendali ini menjadi terkendali”.

Definisi IPS (ilmu pengetahuan sosial) merupakan suatu pembelajaran tentang konsep sosial. Yang berhubungan dengan geografi, sejarah, antropologi, sosiologi dan ekonomi. Di sekolah pun ada jenis pembelajaran ilmu pengetahuan yaitu IPA (ilmu pengetahuan alam) dan IPS (ilmu pengetahuan sosial).

Jadi untuk IPS memang mempelajari tentang hubungan manusia dengan sosial. Dari ekonomi mengenai bisnis, sejarah terbentuknya masyarakat, kewilayahan, dan lainnya. Setiap ahli memiliki pengertian yang berbeda-beda dari ilmu pengetahuan sosial itu sendiri.

Ilmu pengetahuan sosial ini dibagi menjadi banyak cabang ilmu. Ada cabang antropologi yang membahas tentang budaya, ekonomi mempelajari tentang produksi, keuangan di masyarakat. Geografi membahas tentang lokasi, wilayah dan semua hal mengenai bumi.

Pendidikan IPS merupakan seleksi dan rekontruksi dari disiplin ilmu pendidikan dan disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, yang diorganisir dan disajikan secara psikologis dan ilmiah untuk tujuan pendidiakan, menurut Somantri. Jati diri IPS ini perlu ditegaskan berulang-ulang agar selalu mengingatkan kita bahwa pendidikan IPS tidak mungkin bisa berdiri sendiri. IPS merupakan mitra bagi ilmu-ilmu lainnya. Pendidikan IPS berusaha mengorganisasikan dan mengembangkan substansi ilmu-ilmu sosial secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Pendidikan IPS mempunyai peran yang penting dalam membangun identitas nasional untuk menjadikan peserta didik kreatif, mampu memecahkan masalah diri dan lingkungannya, serta menjadi warga negara yang baik dan bermoral. Untuk menghadapi berbagai tantangan dan dinamika masyarakat dan globalisasi, maka perlu konsolidasi kurikulum yang meliputi, yaitu:

(a)    Penetrasi jati diri pendidikan IPS ke dalam primary structure, (b) Mata kuliah yang tidak begitu penting  penting disederhanakan dan menampilkan pendidikan global, (c) semua mata kuliah disiplin ilmu diperkuat sehingga setaraf dengan mata kuliah di universitas untuk mendukung primary structure, (d) diadakan mata kuliah yang berorientasi pada bisnis dan bahasa asing; (e) perlu ada monitoring yang intensif terhadap perkembangan pembangunan nasional, globalisasi sebagai bahan untuk memperkaya kurikulum FPIPS dengan sebagai bahan untuk memperkaya kurikulum FPIPS dengan pengetahuan fungsional (functional knowledge). Di tengah iklim globalisasi, pendidiakn IPS tetap sangat dibutuhkan, baik sebagai penopang identitas nasional, pemecahan masalah lokal, regional, nasional, dan global. Masalah akan selalu ada, dalam mengatasi segala kendala yang muncul diera globalisasi dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Masalah yang ada dalam pendidikan IPS, baik dari kurikulum, pengembangan perguruan tinggi, kemampuan guru dalam pembelajaran, kebijakan pemerintah, peran masyarakat itu sendiri harus bekerja sinergis, karena hasil yang akan diperoleh, juga akan menjadi buah yang manis yang bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Continue Reading